Efektivitas Ganjil-Genap: Solusi Jangka Pendek atau Sekadar Memindahkan Macet?

Efektivitas Ganjil-Genap: Solusi Jangka Pendek atau Sekadar Memindahkan Macet?

0 0
Read Time:1 Minute, 5 Second

Artikel ini mengkaji secara kritis efektivitas kebijakan ganjil-genap di kota-kota besar Indonesia. Kami menelaah apakah regulasi ini benar-benar mengurangi volume kendaraan secara signifikan, atau hanya memindahkan titik kemacetan ke jam lain dan rute alternatif, serta mendorong orang untuk membeli kendaraan kedua.

Kebijakan ganjil-genap (gage) adalah strategi manajemen lalu lintas yang membatasi kendaraan pribadi berdasarkan angka terakhir pelat nomornya. Pada tanggal ganjil, hanya mobil berpelat ganjil yang boleh melintas di zona tertentu, begitu pula sebaliknya. Tujuannya adalah mengurangi kepadatan di arteri utama pada jam sibuk.

Dalam jangka pendek, data sering menunjukkan adanya peningkatan kecepatan rata-rata di ruas jalan yang diberlakukan gage. Ini memberikan “napas” bagi infrastruktur jalan yang sudah overcapacity. Bagi sebagian komuter, perjalanan menjadi sedikit lebih cepat dan prediktif.

Namun, efek sampingnya tidak bisa diabaikan. Banyak warga kelas menengah ke atas yang menyiasatinya dengan membeli mobil kedua dengan pelat nomor berbeda (satu ganjil, satu genap). Jika ini terjadi, tujuan utama mengurangi jumlah total kendaraan gagal total. Selain itu, kemacetan parah seringkali “tumpah” ke jalur-jalur tikus atau jalan arteri non-gage.

Pada akhirnya, ganjil-genap harus diakui sebagai solusi “perban” atau jangka pendek. Tanpa perbaikan fundamental pada transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan mencakup seluruh wilayah, kebijakan ini hanya akan menjadi ritual harian yang merepotkan dan tidak menyelesaikan akar masalah kemacetan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%